‘rasa’ ku

kemarin kamis, saya dan ibu-ibu tetangga sepakat menengok ibu mertua mba Esti yg sedang sakit. katanya, beliau opname di PKU. Ternyata, setelah kita sampai di Rs, kita nengok adik bayi dulu (cucunya bu isman) yg sedang dirawat di PKU juga, karena batuk dan muntah.setelah sedikit mengobrol, dapatlah informasi kalau ibu mertua mba esti sudah pulang siang  ini.

 

akhirnya, kami sepakat untuk menegok dirumah beliau. 10 menit kemudian, kita sampai ditujuan (kita pakek angkot). masuklah ibu2 satu persatu ke kamar simbah yg sedang sakit. kita semua salaman sama simbah. saya yg terakhir bersalaman. saat salaman, saya menyempatkan untuk bertanya pada beliau’ “ingkang diraoske nopo mbahh?” (yang di rasakan apa mbah? ). simbah hanya memegangi perutnya yang sedikit terlihat agak membesar, sambil tetap dengan tatapan kosong.anaknya yang menjelaskan bahwa, simbah perutnya sakit, tidak mau makan dan minum. setiap apa yg di masukkan pasti akan langsung dikeluarkan. begitu cerita anaknya.

saat salaman dengan simbah, saya merasakan tangan yg hangat ‘sedikit’ panas. berdasarkan pengalaman saya praktek di RS Jogja. bila pasien kritis, badannya sdh terasa panas, itu tandanya tidak akan lama lagi. tapi saya tidak mau berfikiran yang tidak2.

 

__________________________________________________________________________

 

siang ini saya baru pulang dari menengok bayi mba Dwi, naik angko (lagi) bareng ibu2 tetangga. sampai dirumah, dikasih tahu ibu bahwa ibu mertuanya mba esti sudah meninggal siang tadi.

semoga arwah beliau diterima disisiNya. diampuni dosanya. aamiin.